9 Tips Manajemen Konflik di Tempat Kerja

tips manajemen

Karena kantor adalah tempat berkumpulnya orang dengan sifat dan kepribadian yang berbeda, sangat mungkin jika terjadi gesekan yang memicu perselisihan. Maka dari itu, penting bagimu untuk bisa memahami manajemen konflik di tempat kerja terutama jika kamu seorang pemimpin ataupun HRD di perusahaan.

Berikut beberapa tips dan trik manajemen konflik di tempat kerja yang bisa kamu terapkan jika terjadi perselisihan di kantor.
  

1. Jangan Menghindari Konflik

Tips manajemen konflik yang pertama adalah dengan tidak menghindari konflik. Pasalnya, kondisi ini merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam hidup, termasuk di tempat kerja. Untuk itu, kamu tidak perlu menghindar dari situasi ini. Sebagai gantinya, kamu bisa mengelola konflik yang muncul.
  

2. Dengarkan Penjelasan Kedua Belah Pihak

Tips manajemen konflik selanjutnya adalah dengan membiarkan kedua belah pihak menceritakan permasalahan versinya masing-masing. Hal yang perlu kamu lakukan adalah mendengarkan dan tetap netral.

Hal ini bertujuan agar masing-masing pihak bisa mendengarkan satu sama lain sehingga mereka bisa lebih memahami situasinya. Untuk mengetahui akar permasalahan, cobalah untuk menempatkan dirimu pada posisi mereka.
  

3. Biarkan Karyawan Menyelesaikan Urusannya Sendiri

Drama kantor adalah hal yang tidak terelakkan dan kamu mungkin tergoda untuk ikut campur setiap kali itu terjadi. Namun sebaiknya, pahami dahulu situasinya sebab ada saatnya kamu harus membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.

Ketika ada karyawan yang tengah adu mulut, hal yang perlu kamu lakukan adalah mengamati dan menilai. Jika sekadar saling olok-olok ringan, bisa jadi kedua belah pihak menganggap itu hanya gurauan dan bukan masalah besar. Jika kamu terlalu dini mengambil tindakan, itu justru akan membuat situasinya menjadi serius.
  

4. Ambil Tindakan Bila Perlu

Setelah mengamati konflik yang terjadi,dan ternyata itu masalah yang cukup serius, kamu bisa segera mengambil tindakan. Beberapa situasi yang mengharuskan kamu turun tangan, misalnya:

  • Ketika candaan berubah menjadi bullying
  • Ketika ada nada ancaman yang serius.
  • Jika terjadi diskriminasi.
  • Jika terjadi fitnah.
  • Ketika konflik mengganggu produktivitas tim.
  • Jika percakapan menggoda berubah menjadi menghina atau tidak sopan.
  • Ketika karyawan berkelahi secara fisik.

Dan tentu saja, kamu harus selalu mendengarkan setiap karyawan yang datang dan mengadu. Pastikan kamu membuat mereka merasa dipedulikan dan didengar, tidak peduli seberapa parah situasinya.
  

5. Tetap berpegang pada fakta

Meskipun kamu ingin konflik diselesaikan secara kekeluargaan, tetapi pada situasi tertentu hal itu tidak mungkin dilakukan. Maka dari itu, tetaplah berpegang pada fakta dan pastikan tidak ada perasaan atau agenda pribadi yang masuk di dalam pengadilan.
  

6. Ambil Hikmahnya

Setelah terjadi konflik dan urusannya selesai, sebenarnya ada pelajaran yang bisa diambil. Manfaatkan hal ini sebagai kesempatan untuk berubah ke arah yang lebih baik. Pelajari juga bagaimana menangani situasi tersebut jika terulang kembali.
  

7. Membuat Buku Pedoman Karyawan

Buku pedoman karyawan bisa menjadi referensi pertama ketika kamu harus menghadapi konflik di kantor. Buku ini biasanya berisi pemaparan tentang hak dan kewajiban karyawan, tata tertib, serta panduan yang bisa membantumu menavigasi perselisihan dan langkah yang harus diambil.

Buku panduan harus menetapkan standar yang jelas tentang pelanggaran apa saja yang tidak dapat diterima. Peraturan ini harus ditulis dengan jelas sehingga tidak ada ruang untuk multitafsir. Dengan begitu, karyawan bisa menyadari bahwa jika mereka melakukan pelanggaran serius, mereka akan menerima tindakan tegas, seperti skorsing atau pemberhentian.
  

8. Dokumentasikan Insiden

Ketika terjadi konflik, dokumentasikan semua percakapan dan kesepakatan yang terjadi. Hal ini bisa membantumu memantau perilaku karyawan dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi karyawan yang bisa menjadi racun di kantor.
  

9. Lakukan Pencegahan Sebelum Konflik Terjadi

Pencegahan juga merupakan bagian dari manajemen konflik yang tidak boleh diabaikan. Kendati tak bisa terhindarkan, tetapi tindakan pencegahan konflik masih bisa diupayakan. Tindakan preventif ini bisa dilakukan misalnya dengan mengkomunikasikan dan mensosialisasikan peraturan dan nilai-nilai yang berlaku di kantor.

Selain itu, kamu juga bisa membangun hubungan yang harmonis kepada karyawan dengan memperlakukan mereka semua dengan hormat, bersikap transparan, dan membangun manajemen yang adil. Tentu saja, sebagai pemimpin kamu harus menjadi contoh yang baik bagi mereka di kantor.

Itulah beberapa tips dan trik manajemen konflik di tempat kerja supaya situasi di kantor tetap kondusif dan terkendali.

Referensi:

  • https://www.wgu.edu/blog/8-ways-resolve-employee-conflict2108.html
  • https://www.td.org/insights/8-essential-tips-to-resolve-conflict-in-the-workplace

Share Artikel :

Blog Terkait

Konfigurasi Firewall Pada Mikrotik

Konfigurasi Firewall Pada Mikrotik

Dalam menghadapi ancaman keamanan cyber yang terus berkembang, jadi mengamankan jaringan adalah

Apa itu Latency?

Apa itu Latency?

Image By freepik Latency jaringan, ibarat jeda hening sebelum sebuah lagu dimainkan.

Cara Memilih Layanan Dedicated Internet yang Tepat

Cara Memilih Layanan Dedicated Internet yang Tepat

Di era digital yang terus berkembang, pemilihan internet terbaik menjadi faktor penting