fbpx

Keamanan Data di Google Workspace

perempuan sedang bersantai karena produktivitas meningkat menggunakan google workspace

Siapa sih yang tidak tahu Google? Apapun layanan yang disediakan Google, pasti memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi, ketimbang jika Anda memilih layanan sejenisnya. Sebut saja, seperti layanan dari Google Workspace, yang memiliki tingkat keamanan data cukup tinggi. Tapi apa iya sudah pasti aman?

Kira-kira, tingkat keamanan data yang cukup tinggi miliki Google Workspace ini, beneran fakta atau hanya mitos belaka ya? Karena, Google memang sudah memiliki branding yang bagus untuk soal, kecanggihan teknologi.

 

Sekilas Tentang Google Workspace

Sebelum dikenal sebagai Google Workspace, nama awalnya adalah G Suite. Google Workspace adalah paket aplikasi produktivitas dan kolaborasi online yang disediakan oleh Google.

Ada layanan atau fitur apa saja yang tersedia di Google Workspace? Tentunya ada banyak, dan sangat dibutuhkan untuk menunjang produktivitas, baik untuk individu atau perusahaan, yakni mulai dari:

  • Gmail
  • Google Drive
  • Google Docs
  • Google Sheets
  • Google Slides
  • Google Meet
  • Google Calendar
  • Google Forms

 

Mitos & Fakta Keamanan Data Google Workspace

Mitos

 

    1. Data Pengguna Otomatis Tersimpan Selamanya
      Hal ini mitos, karena faktanya pengguna tentu bisa menghapus semua data, terkait data privasi dengan fitur self-destruct. Untuk pengguna baru, Google juga menawarkan fitur auto-delete.
    2.  

    3. Data Tidak Bisa Dikontrol Pengguna
      Yakin, pengguna tidak punya kontrol atas data yang mereka miliki? Tentu tidak, jadi hal ini adalah mitos. Karena Google tentu memberikan akses kontrol kepada pengguna, terhadap data mereka sendiri.
    4.  

    5. Data Pengguna Dimanfaatkan Google untuk Menghasilkan Uang
      Jangan asal memasukan data ke Google, nanti datanya dipakai Google untuk cari uang! Mitos ini sering terdengar, tapi kenyataannya, Google tidak menggunakan data pengguna untuk hal tersebut. Pasalnya, Google akan mengelola data pengguna, untuk meningkatkan layanan dan produk yang nantinya juga bisa dinikmati oleh pengguna itu sendiri.
    6.  

    7. Google Menjual Data Pribadi Pengguna
      Mitos ini hampir sama dengan mitos sebelumnya. Tapi, lagi-lagi ini hanya mitos, karena pihak Google sendiri membantah hal tersebut. Google mengatakan, saat ini mereka hanya berfokus pada tiga prinsip, yakni: menjaga keamanan informasi, memperlakukannya secara bertanggung jawab, memberikan kontrol pengelolaannya kepada pengguna.

 

Fakta

 

    1. Google Workspace Didukung Perangkat AI
      Dengan menggunakan layanan dari Google Workspace, pengguna bisa mendapatkan keamanan data. Karena Google Workspace didukung oleh perangkat AI yang cukup memadai. Sehingga, keamanan data milik perusahaan Anda, bisa sangat terjaga.
    2.  

    3. Memiliki Pengamanan dari Serangan Malware
      Faktanya, Google Workspace setiap hari selalu memantau munculnya malware bahkan virus lainnya, menggunakan teknologi yang disebut sebagai Google SAFE Browsing Technologies. Di mana virus-virus tersebut, bisa berpotensi merusak keamanan Google Workspace.
    4.  

    5. Memiliki Manajemen Keamanan yang Baik untuk Perbaikan
      Jika Anda masih ragu dan takut, maka ketahuilah bahwa Google Workspace memiliki manajemen keamanan yang sangat baik. Di mana tim mereka akan selalu memeriksa ketika terjadi kerusakan pada software atau perangkat lainnya (terkait keamanan). Jika ada kerusakan, maka pihak Google akan memperbaiki segera, bahkan sebelum pengguna mengetahuinya. Hal tersebut dilakukan agar tidak memberikan efek atau pengalaman buruk bagi para pengguna.
    6.  

    7. Dilakukan Monitoring Software & Hardware
      Google bukanlah perusahaan kecil, ia sudah menjadi perusahaan global yang sangat terkenal dalam bidang teknologi. Jadi, tentu saja mereka memiliki tim yang sangat kompeten di bidangnya. Tim Google Workspace tentunya memiliki tugas yang spesifik dari masing-masing orang. Salah satunya memonitoring software dan Hardware setiap saat. Jadi, kerusakan bisa teratasi dengan cepat, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi pengguna.

  

Fitur Keamanan Data Google Workspace

Google Workspace sendiri, memiliki beberapa fitur keamanan yang dirancang, untuk melindungi data pengguna. Berikut beberapa fitur keamanan yang dimiliki Google Workspace:

  • Enkripsi: Google Workspace menggunakan enkripsi data pada saat istirahat dan saat transit. Ini berarti bahwa data pengguna dienkripsi saat sedang dipindahkan di internet dan saat disimpan di server Google.

 

  • Proteksi sandi: Google Workspace menyediakan beberapa pilihan proteksi sandi, termasuk keharusan menggunakan sandi yang kuat dan kompleks serta penerapan verifikasi 2 langkah.

 

  • Audit: Admin Google Workspace dapat melakukan audit atas aktivitas pengguna untuk melacak siapa yang mengakses data dan kapan.

 

  • Kontrol akses: Admin Google Workspace dapat mengontrol akses pengguna ke data dan aplikasi dengan memberikan hak akses yang sesuai.

 

  • Proteksi spam dan malware: Google Workspace menyediakan proteksi terhadap spam dan malware melalui fitur-fitur seperti filter spam dan sandboxing.

 

Meskipun Google Workspace memiliki banyak fitur keamanan, pengguna tetap harus berhati-hati untuk melindungi data mereka sendiri.

Hal ini termasuk memilih sandi yang kuat, tidak membagikan sandi dengan orang lain, dan menghindari akses data dari jaringan yang tidak aman.

 

Google Workspace Melindungi dari Ancaman Keamanan

Namun, Google Workspace telah mengambil langkah-langkah yang cukup serius dalam menjaga keamanan data pengguna dan melindungi mereka dari ancaman keamanan.

Google memiliki tim keamanan yang berdedikasi untuk melacak ancaman keamanan dan mengambil tindakan untuk mencegahnya. Google juga secara teratur mengaudit keamanan sistem dan aplikasi mereka untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan celah keamanan.

Jadi, meskipun kebocoran data dapat terjadi, Google Workspace masih dianggap sebagai solusi yang sangat aman dan dapat dipercaya untuk pengolahan data bisnis. Namun, sangat penting bagi pengguna untuk mematuhi praktik keamanan terbaik dan memperbarui tindakan keamanan mereka sendiri untuk meminimalkan risiko kebocoran data.

 

Teknologi Enkripsi Google Workspace

    1. Enkripsi HTTPS
      Teknologi enkripsi dari Google Workspace yang pertama adalah HTTPS, yang mampu mengenkripsi data saat berpindah di internet, dengan menggunakan protokol HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure).
      Hal tersebut artinya, bahwa data pengguna dienkripsi saat sedang dipindahkan, di internet dan tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak sah.
    2.  

    3. Enkripsi data pada perangkat
      Enkripsi Google Workspace yang kedua adalah fitur enkripsi data pada perangkat, dengan menggunakan teknologi enkripsi disk. Maksudnya adalah, bahwa data pengguna yang disimpan di perangkat, seperti laptop atau ponsel cerdas, dienkripsi sehingga tidak dapat dibaca jika perangkat dicuri atau hilang.
    4.  

    5. Enkripsi pada server
      Google Workspace juga menggunakan teknologi enkripsi pada server mereka, sistemnya yakni dengan menyimpan data pengguna di dalam sistem, yang terenkripsi. Hal ini membuat data pengguna aman dari ancaman pencurian data atau hacking.
    6.  

    7. Enkripsi email
      Google Workspace menggunakan protokol enkripsi email seperti Transport Layer Security (TLS) dan Secure/Multipurpose Internet Mail Extensions (S/MIME) untuk melindungi email yang dikirim antar pengguna Google Workspace, sehingga tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak sah.
    8.  

    9. Enkripsi dokumen
      Fitur keamanan yang terakhir adalah fitur enkripsi dokumen untuk melindungi dokumen penting dan rahasia pengguna. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengenkripsi dokumen dengan kunci yang hanya diketahui oleh pengguna itu sendiri.

 

Dalam keseluruhan, Google Workspace menggunakan berbagai teknologi enkripsi untuk melindungi data pengguna, dari ancaman keamanan. Tidak hanya itu, Google Workspace juga akan memastikan bahwa data pengguna aman, dan terlindungi.

Jadi, selain dari faktor internal, ancaman keamanan juga bisa datang dari faktor eksternal. Intinya, tetap waspada dalam menggunakan teknologi, terlebih Anda memang butuh dan tidak memiliki banyak pilihan lain untuk menggunakan layanan tersebut.

Sehingga, cepat atau lambat, Anda pasti akan membutuhkan dan memanfaatkan teknologi terkini dari Google. Terlebih, untuk memudahkan semua pekerjaan di perusahaan Anda.

Nah, di sini, Anda mungkin akan membutuhkan salah satu produk Google Cloud Reseller, untuk menjadi layanan yang bisa membantu kinerja perusahaan, yakni Nusa.id cloud.

 

Mengenal nusa.id cloud

nusa.id cloud dibawah naungan PT. Media Antar Nusa yang sudah berdiri sejak 1996, merupakan Google Premier Partner di Indonesia khusus untuk layanan Google Workspace. Sebagai Mitra Google yang terpercaya, kami memiliki akses ke sumber daya dan pengetahuan terbaru yang kami terapkan untuk mengatasi tantangan unik bisnis Anda.

Bergabunglah dengan kami dan temukan bagaimana Google Cloud dapat mengubah cara Anda berbisnis. Mari kita bersama-sama menjelajahi peluang tak terbatas dalam dunia digital.

Pelajari fitur lengkap Google Workspace disini

Share Artikel :

Blog Terkait

ECMP Load Balancing

ECMP Load Balancing

Equal-Cost Multi-Path (ECMP) load balancing adalah teknik yang digunakan untuk mendistribusikan lalu

Integrasi OSPF dengan Protokol Lain

Integrasi OSPF dengan Protokol Lain

Integrasi Open Shortest Path First (OSPF) dengan protokol lain adalah strategi penting

Memahami Open Shortest Path First (OSPF) Routing Protocol

Memahami Open Shortest Path First (OSPF) Routing

Open Shortest Path First (OSPF) adalah salah satu protokol routing yang paling