Firewall Sistem Operasi
Selain Managed Firewall yang bekerja di tingkat infrastructure, Anda juga dapat mengonfigurasi firewall di dalam sistem operasi server. Halaman ini menjelaskan dasar-dasar konfigurasi firewall OS melalui Console atau SSH.
Managed Firewall vs Firewall OS​
| Aspek | Managed Firewall | Firewall OS |
|---|---|---|
| Lokasi | Infrastruktur cloud (sebelum masuk server) | Di dalam sistem operasi server |
| Konfigurasi | Panel Cloud VPS | Terminal (Console/SSH) |
| Contoh | Security Group rules | iptables, UFW, firewalld |
| Fungsi | Filter koneksi sebelum sampai ke server | Filter koneksi di dalam server |
Kedua firewall bekerja secara berlapis. Koneksi harus melewati Managed Firewall terlebih dahulu, lalu firewall OS. Pastikan port yang dibutuhkan terbuka di kedua layer.
Mengakses Server via Console​
Jika SSH tidak bisa digunakan (misalnya karena firewall yang salah konfigurasi), gunakan VNC Console untuk mengakses server langsung dari browser. Console tidak terpengaruh oleh konfigurasi firewall di dalam server.
UFW (Ubuntu/Debian)​
UFW (Uncomplicated Firewall) adalah antarmuka sederhana untuk iptables.
Periksa Status​
ufw status
Mengizinkan Port​
# Izinkan SSH
ufw allow 22/tcp
# Izinkan HTTP dan HTTPS
ufw allow 80/tcp
ufw allow 443/tcp
# Izinkan dari IP tertentu
ufw allow from 192.168.1.100 to any port 22
Memblokir Port​
ufw deny 3306/tcp
Mengaktifkan UFW​
ufw enable
Pastikan port SSH (22) sudah diizinkan sebelum mengaktifkan UFW. Jika tidak, Anda akan terkunci dari server. Gunakan Console untuk memperbaiki jika terkunci.
firewalld (CentOS/Rocky Linux/AlmaLinux/Fedora)​
firewalld adalah firewall default pada distribusi berbasis RHEL.
Periksa Status​
firewall-cmd --state
firewall-cmd --list-all
Mengizinkan Port​
# Izinkan SSH (permanen)
firewall-cmd --permanent --add-service=ssh
# Izinkan port kustom
firewall-cmd --permanent --add-port=8080/tcp
# Terapkan perubahan
firewall-cmd --reload
Memblokir Port​
firewall-cmd --permanent --remove-port=3306/tcp
firewall-cmd --reload
iptables (Semua Distribusi Linux)​
iptables adalah firewall tingkat rendah yang tersedia di semua distribusi Linux.
Melihat Aturan​
iptables -L -n
Mengizinkan Port​
# Izinkan SSH
iptables -A INPUT -p tcp --dport 22 -j ACCEPT
# Izinkan HTTP
iptables -A INPUT -p tcp --dport 80 -j ACCEPT
Menyimpan Aturan​
# Ubuntu/Debian
iptables-save > /etc/iptables/rules.v4
# CentOS/Rocky
service iptables save
Aturan iptables akan hilang setelah reboot jika tidak disimpan. Selalu simpan aturan setelah melakukan perubahan.
Tips Keamanan​
- Izinkan hanya port yang benar-benar dibutuhkan
- Gunakan IP spesifik (
/32) untuk akses administratif (SSH, database) jika memungkinkan - Selalu pastikan port SSH terbuka sebelum mengaktifkan firewall
- Jika terkunci, gunakan Console untuk memperbaiki konfigurasi
- Pertimbangkan menggunakan Managed Firewall untuk aturan yang lebih mudah dikelola
Butuh Bantuan?​
Jika Anda mengalami kendala, silakan hubungi tim support kami melalui Tiket Bantuan.